Jumat, 09 Agustus 2013

Keutamaan berjalan kaki menuju ke Masjid




Wahai kaum muslimin, Jangan bosan-bosan melangkahkan kedua kakimu di saat pergi ke masjid -untuk shalat lima waktu- [tanpa harus terus-menerus berkendaraan], selagi masih mampu mengerjakannya. Terlebih lagi jaraknya dekat dengan masjid.

Alangkah besarnya keutamaan tersebut, sayang sekali kalau hal tersebut di sia-siakan. 

inilah keutamaan orang yang melangkahkan kaki ke masjid :

1. Akan mendapat cahaya di hari kiyamat

Nabi shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

وعن بريدة - رضي الله عنه - عن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: "بشروا المشائين في الظلم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة
أخرجه أبو داود برقم (561) والترمذي (223)، وصححه الألباني في الترغيب برقم (310).

Artinya:
“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang 'berjalan' di dalam kegelapan malam menuju masjid dengan cahaya yang akan diperolehnya pada hari kiamat.” 

(Shahih HR. Abu Daud (561) Tirmidzi (223), di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam kitab At-Targhib Wat Tarhib (310))

----------
2. Akan di bangunkan sebuah rumah di surga 

Nabi Shallallahu Wlaihi Wasallam bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَاحَ أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا وَرَاحَ (رواه احمد وصححه الأرناؤوط 

“Barangsiapa yang berjalan menuju ke masjid (untuk solat) dan pulang setelahnya maka Allah akan menyediakan sebuah rumah di surga untuknya, baik ketika pergi maupun pulang.” 

(Shahih HR. Ahmad (10608), di shahihkan oleh Syeikh Syu'aib Al-Arna'ut)

----------
3. Akan di hapuskan dosa-dosanya di setiap langkahnya

Nabi shallallahu alaihi Wasallam bersabda:

( من تطهر في بيته ، ثم مشى إلى بيت من بيوت الله ليقضي فريضة من فرائض الله ، كانت خطوتاه إحداهما تحط خطيئه ، والأخرى ترفع درجة ) رواه مسلم .

Artinya:
“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu pergi ke masjid untuk menunaikan solat yang telah Allah wajibkan kepadanya, maka setiap langkahnya menghapus satu dosa dan langkah yang satunya mengangkat satu tingkat derajatnya.” (HR.Muslim (1521))

------------
4. Akan di tinggikan derajatnya pada setiap langkahnya

[lihat hadits no 3 di atas]

Dan juga hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?” 

Para sahabat berkata, “Tentu, wahai Rasulullah”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai (seperti disaat dingin), 

banyak melangkahkan kakinya menuju ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, itulah yang namanya ribath (mencurahkan diri dalam ketaatan)”.[HR. Muslim : 251]

-------------
5. Akan di lipatgandakan pahalanya

Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling besar pahalanya di dalam shalat adalah yang paling jauh berjalan menujunya. 

Maka orang yang paling jauh dan 'orang yang menunggu shalat sampai ia melaksanakannya bersama imam' lebih besar pahalanya daripada orang yang shalat kemudian tidur”

[HR. Muttafaqun ‘Alaih: Bukhari (651) dan Muslim (669)]

============================

Nah, Coba lihat contoh dari para sahabat yang mempraktekkan amalan ini :

CONTOH PERTAMA:

Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu ‘anhu berkata:

Ada seorang kaum lelaki dari kaum Anshar yang jarak rumahnya sampai masjid paling jauh daripada sahabat yang lain. Dan ia tidak pernah tertinggal satu shalat pun (secara berjamaah). 

Maka dikatakan kepadanya, ‘Seandainya engkau membeli seekor keledai yang engkau tunggangi (sebagai kendaraan) di saat gelap gulita dan di waktu panasnya siang’. 

lelaki (dari kaum anshar) tersebut berkata, ‘Aku tidak gembira (ketika) rumahku berada di sisi masjid, karena aku ingin di tuliskan (pahala) langkah pergiku ke masjid

dan langkah kembaliku ketika pulang ke keluargaku’ (meskipun jauh). Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Allah telah mengumpulkan untukmu itu semua’” 

(Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda: engkau telah mendapatkan apa yang kau harapkan")

[HR. Muslim : 663]

CONTOH KEDUA:

Jabir Radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Ada beberapa tanah kosong di sekitar masjid, maka Bani Salamah ingin pindah rumah agar dekat dengan Masjid. Sampailah berita itu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berkata kepada mereka, 

‘Aku mendengar bahwa kalian hendak pindah ke dekat masjid?’ Mereka menjawab, ‘Ya wahai Rasulullah, kami hendak melakukan itu.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, 

‘Wahai Bani Salamah, tetaplah di rumah kalian, pasti bekas langkah kalian dicatat. Tetaplah dirumah kalian, pasti bekas langkah kalian dicatat.’ Kemudian mereka berkata , ‘(kalau begitu) kami tidak senang untuk pindah rumah”

[HR. Muttafaqun ‘Alaih: Bukhari (655) dan Muslim (665)]

(Lilik ibadurrahman)

Orang-orang yang tidak dapat mencium bau surga


Sungguh harum sekali bau surga di hari kiamat, sehingga bisa tercium oleh orang-orang yang akan memasukinya dengan jarak 40 tahun perjalanan. Bahkan dalam sebagian riwayat 70 tahun perjalanan. 

Jika di ukur dengan ukuran –jarak meteran- berapa ribu kilometer saja jarak perjalanan tersebut… hal tersebut karena akibat dari harumannya surga yang begitu kuat dan kenikmatan didalamnya yang begitu besar.

Namun apa jadinya jika ada orang-orang yang tidak bisa mencium bau surga?? Bahkan hal itu benar-benar akan terjadi. Sehingga pada akhirnya malah justru Neraka jadi tempat tinggal orang-orang tersebut…

Kenapa bisa terjadi?, Apa salah mereka?.. Coba renungkan. Tentu tiada lain jawabannya adalah dikarenakan mereka pernah melakukan perbuatan dosa, atau kejahatan yang tidak terampuni dan mereka juga mati sebelum bertaubat.

Nah, Lalu dosa apakah yang menyebabkan mereka tidak dapat mencium bau surga??:
inilah penyebabnya : hal itu karena mereka ini dulunya (ketika di dunia) pernah melakukan hal hal yang di larang oleh Allah, diantaranya:

1. MENASABKAN DIRI KEPADA SELAIN BAPAKNYA

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda,

“Barangsiapa menasabkan diri kepada selain bapaknya, dia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga bisa didapati pada jarak perjalanan 70 tahun.” (HR.Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah 2307).

Maka dari itu buatlah Nasab yang benar, siapa bapak kita, kakek kita, dst.

2. PARA LELAKI YANG MENYEMIR UBAN DENGAN WARNA HITAM

="Ketika Nabi صلی الله عليه وسلم melihat 'rambut kepala' dan 'jenggotnya' Abu Quhafah yang berwarna putih (beruban), seperti pohon Tsaghomah, yang berwarna putih, maka beliau bersabda:

"Rubahlah (warna) rambut ini dengan sesuatu dan jauhilah warna hitam."
(HR. Muslim )

=Dalam Riwayat lain, Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda,
"Kelak pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang menyemir rambutnya dengan warna hitam seperti tembolok burung merpati,

mereka tidak akan mencium bau harum surga." (HR. Abu Dawud (4212), di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani).

Didalam hadits-hadits yang shahih disebutkan Yang lebih utama menyemir uban dengan warna kuning atau merah, inilah yang dianjurkan oleh rasulullah (hukumnya sunnah).

Namun kita di larang menyemir rambut ketika belum banyak beruban, di larang pula menyemir uban dengan warna hitam. (lihat hadits di atas).

3. WANITA BERPAKAIAN TAPI TELANJANG

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, “Dua golongan termasuk ahli neraka yang saya belum pernah melihatnya,

Golongan pertama: suatu kaum memegang 'cambuk' seperti ekor sapi yang digunakan untuk mencambuki manusia,

dan golongan kedua: wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Mereka (2 golongan tersebut) tidak akan masuk Surga, juga tidak akan mencium baunya, sesungguhnya bau Surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian." [Hadits Riwayat Muslim]

Maka dari itu pakailah jilbab wahai kaum muslimah, jangan memakai pakaian yang kelihatan auratnya, dan jangan pula memakai pakaian ketat.

4. MEMPELAJARI ILMU AGAMA UNTUK MENDAPATKAN DUNIA

=Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, yang artinya : Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu dengan mengharap wajah Allah (yaitu ilmu agama), tidaklah ia mempelajarinya melainkan untuk memperoleh harta dunia,

maka dia takkan mendapatkan harumnya bau surga di hari kiamat." (Shahih, HR Abu Dawud (3664} di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani)

Maka dari itu carilah ilmu agama semata-mata untuk meraih ridha Allah

4. MEMBUNUH ORANG KAFIR YANG TIDAK HALAL DIBUNUH

Perlu diketahui bagi kita semua, bahwa orang kafir ada beberapa macam yaitu
- Kafir Harbi, yang memerangi kaum muslimin
- Kafir Mu’ahad, yang memiliki perjanjian dengan kaum muslimin,
- Kafir Dzimmi, yang tunduk di bawah kekuasaan kaum muslimin,
- Dan Kafir musta’min, yang mencari perlindungan keamanan dari kaum muslimin.

Dan diantara keempat kafir di atas, HANYA KAFIR HARBI YANG BOLEH DIPERANGI DAN HALAL DARAHNYA UNTUK DIBUNUH KAUM MUSLIMIN!! Selain dari kafir Harbi, HARAM DIBUNUH!! Bahkan ada ancaman bagi orang yang membunuhnya. Lihatlah hadits berikut ini.

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda,
”Barangsiapa membunuh seseorang KAFIR DZIMMI, maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga, padahal baunya surga bisa didapati dari perjalanan 70 tahun.” (Shahih HR.Ahmad & Nasa’i, lihat shahihul Jami’ no. 6448)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa membunuh seseorang MU'AHAD maka ia -dijanjikan- tidak akan bisa mencium bau surga, padahal bau surga dapat dirasakan dari perjalanan 40 tahun”.(HR Bukhari (6914))

5. ISTRI YANG MEMINTA CERAI TANPA ALASAN YANG DIBENARKAN SYARI’AT

Rasulullah صلی الله عليه وسلمbersabda,
"(Wanita mana saja yang meminta perceraian dari suaminya 'tanpa alasan yang benar', maka haram baginya bau surga)". (HR.Abu Dawud (2226),dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani)

Perceraian, bila terjadi tanpa alasan-alasan syar'i, berarti hanya mengada-ada dan sekedar mempermainkan. Ini bisa menimbulkan kerusakan bagi kehidupan, yang tentunya ditentang oleh Islam.

Ketahuilah, bahwa thalaq/cerai termasuk peristiwa yang sangat disenangi oleh setan. Imam Muslim meriwayatkan, yang artinya:

"Sesungguhnya iblis meletakkan kerajaannya di atas air (laut). Lalu iblis mengutus pasukan-pasukannya dari kalangan setan. Prajurit yang paling dekat dengannya, ia adalah yang paling besar fitnahnya,

kemudian salah satu dari mereka datang untuk melaporkan: "Aku telah -berhasil- melakukan ini dan itu!" Maka Iblis berkomentar: "Engkau tidak melakukan apa-apa!

" Selanjutnya prajurit yang lain datang seraya berkata: "Tidaklah aku tinggalkan (anak Adam) sampai aku benar-benar memisahkan antara suami dengan istrinya (yaitu perceraian)," maka Iblis mendekati prajurit tersebut seraya berseru: "Bagus, benar dirimu". [HR Muslim, 2813].
----
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita yang besar maupun yang kecil, yang lalu maupun yang akan datang, yang nyata maupun yang tersembunyi. Aamiin


(Abu Utsman Lilik ibadurrohman)