Kamis, 03 Oktober 2013

Gempa Bumi Adalah Salah Satu Tanda Dekatnya hari Kiamat




Akhir-akhir ini sangat banyak terjadi gempa bumi dengan skala yang sangat besar. Apa yang sebenarnya terjadi? Perhatikan hadits-hadits berikut ini;

Hadits-hadits Shahih tentang Gempa Bumi dan Hari Akhir :

Berikut ini adalah beberapa hadits yang berkaitan dengan gempa bumi dan hari akhir. Kami letakkan pada bagian akhir tulisan fokus tulisan lebih jelas.
  •  (لاتقوم الساعة حتى تكثر الزلازل)
“Artinya : Tidak akan datang Kiamat sehingga banyak terjadi gempa bumi [Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan 13 : 81-82]

  • Dan diriwayatkan dari Salamah bin Nufail As-Sukuni, Ia berkata : Kami sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau menyebutkan suatu hadits yang antara lain isinya :
«وبين يدي الساعة موتان شديد، وبعده سنوات الزلازل » .
“Artinya : 
Sebelum terjadinya hari Kiamat akan terdapat kematian-kematian yang mengerikan, dan sesudahnya akan terjadi tahun-tahun gempa bumi” [Shahih. HR Ahmad  4 : 104, di shahihkan oleh imam Al-Haitsami dalam kitab " Majma' Az-Zawa'id 7 : 306].

  • Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Telah banyak terjadi gempa bumi di negara-negara bagian utara, timur dan barat, tetapi yang dimaksud oleh hadits ini ialah gempa bumi secara merata dan terus menerus” [Fathul Bari 13 : 87].

  • Disebutkan pula dalam riwayat Abdullah bin Hawalah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,  “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meletakkan tangan beliau di kepala saya, lalu beliau bersabda.
يا ابن حوالة ، إذا رأيت الخلافة قد نزلت أرض المقدسة فقد دنت الزلازل والبلابل والأمور العظام ، والساعة يومئذ أقرب من الناس من يدى هذه من رأسك .

“Artinya : 

Wahai putra Hawalah, jika engkau melihat perselisihan telah terjadi di tanah suci, maka telah dekat terjadinya gempa-gempa bumi, bala bencana, dan perkara-perkara yang besar, dan hari Kiamat pada waktu itu lebih dekat kepada manusia daripada kedua tanganku ini terhadap kepalamu”
 
[Shahih, HR. Ahmad, 5 : 188, Al-Hakim 4 : 425. Di shahihkan oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi, dan Al-Albani (shahih Al-Jami'ush Shagir 6 : 263, hadits nomor 7715]
-
Wawasan Saja :
Gempa Bumi Menggeser Sumbu Bumi

Penelitian dari Para ilmuan Sekarang  Membuktikan adanya gempa bumi yang berturut-turut.

Menurut penelitian ilmuwan Richard Gross di NASA’s Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California
“Mungkin lebih mengkhawatirkan adalah berapa banyak gempa menggeser poros bumi,-di saat ini-” kata pejabat NASA
 
Sumbu bumi tidaklah sama dengan poros utara-selatan, yang berputar sekitar satu kali setiap hari pada kecepatan sekitar 1.000 mph (1.604 km/jam).
Sumbu bumi merupakan offset dari sumbu utara-selatan bumi sekitar 33 kaki (10 meter).

Frekuensi Gempa Bumi Semakin Meningkat

Menurut para peneliti ilmuan bahwa dalam 20 tahun ini terjadi peningkatan frekuensi gempa bumi yang signifikan.
Sejak tahun 1990 terjadi frekuensi gempa per tahunnya sebagai berikut
SR 8 atau lebih terjadi sebanyak 1x per tahun
SR 7 – 7.9 terjadi sebanyak 17x per tahun
SR 6 – 6.9 terjadi sebanyak 134x per tahun
SR 5 – 5.9 terjadi sebanyak 1319x per tahun
SR 4 – 4.9 terjadi sebanyak 13,000x per tahun (perkiraan)
SR 3 – 3.9 terjadi sebanyak 130,000x per tahun (perkiraan)
SR 2 – 2.9 terjadi sebanyak 1,300,000x per tahun (perkiraan)
Data diperoleh dari earthquake.usgs.gov
Perubahan skala yang semakin besar itu juga menyebabkan USGS sejak Januari 2009 tidak lagi mencatat gempa dengan skala di bawah 4.5 SR.
---------------------- 

Maraji' hadits: 
Fathul Bari, Shahih Jami' Shaghir, Majma' Zawa'id, dll  

(Oleh : Lilik i (Abu Utsman))

Rabu, 02 Oktober 2013

Semangatnya Syetan Untuk Menggoda Manusia



Ini Sebagai Motivasi Sebagian Antum Yang lagi Lemah Semangat [Futur]...!!

Di dalam kehidupannya, para setan ini memiliki kelebihan-kelebihan dibanding manusia secara umum sebagai musuh utama mereka. Berikut adalah kelebihan para setan :

1. PANTANG MENYERAH

Setan tidak akan pernah menyerah, selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai. Sedangkan manusia, banyak yang mudah menyerah dan malah sering mengeluh.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

" إن الشيطان قال : وعزتك يا رب لا أبرح أغوي عبادك ما دامت أرواحهم في أجسادهم ...

Artinya: "Syetan/iblis pernah berkata: "Wahai Robb, Demi kebesaranmu dan Kemuliaanmu, aku benar-benar senantiasa akan menyesatkan manusia selama Ruh mereka masih ada di dalam jasad mereka." (Hasan, HR Al-Hakim, dll (As-Shahihah (104))

2. SELALU BERUSAHA

Setan akan mencari cara apapun untuk menggoda manusia, agar tujuannya tercapai, selalu kreatif, dan penuh dengan ide mutakhir. Sedangkan manusia, ingin enaknya saja, banyak yang malas.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إن الشيطان يحضر أحدكم عند كل شيء من شأنه حتى يحضره عند طعامه

Artinya: "Sesungguhnya syetan berusaha menghampiri kalian dengan berbagai cara (/trik2), hingga cara hadir saat kalian makan." (Shahih, HR Muslim (5423), Ahmad (15237))

3. KONSISTEN

Setan dari mulai diciptakan tetap konsisten pada pekerjaannya, yaitu mengajak menggelincirkan manusia dari kebenaran, mereka tidak pernah mengeluh dan berputus asa. Sedangkan manusia, banyak yang mengeluhkan pekerjaannya, padahal banyak manusia lain yang masih mengaggur.

Allah Ta'ala berfirman:

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Artinya: "iblis/syetan berkata kepada Allah: 'saya benar-benar akan mendatangi manusia dari arah depan, lalu dari arah belakang, dari arah kiri, dari arah kanan, dan engkau benar-benar tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur kepada-Mu." (QS. Al-A'raf: 17)

4. SOLIDER (SALING KERJASAMA)

Sesama setan tidak mudah saling menyakiti, bahkan selalu bekerjasama untuk menggoda manusia. Sedangkan manusia, jangankan peduli terhadap sesama, kebanyakan malah saling membunuh dan menyakiti.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

((إذا أصبح إبليس بثّ جنوده، فيقول: من أضل اليوم مسلمًا ألبسته التاج...؟!،

"Setiap pagi hari Iblis mengumpulkan dan meyiarkan seruan kepada tentara-tantatanya (dari kalangan syetan) Seraya menyeru; -Wahai tentara-tentaraku semuanya- Barangsiapa yang mampu menyesatkan orang-orang muslim di hari ini, maka aku akan beri Hadiah berupa mahkota..?!!! (Shahih, HR Ibnu Hibban, dll (As-Shahihah: 1280))

5. CERDAS

Setan paling pintar mencari cara agar manusia tergoda dan terhasut olehnya. Sedangkan manusia, banyak yang tidak kreatif, bahkan banyak yang jadi peniru dan plagiat.

Dalam hadits, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

Tatkala syetan-syetan berkumpul menghadap ke Rajanya (iblis), masing-masing mereka berkata: Saya berhasil menggoda manusia sampai ia durhaka kepada kedua orang tuanya…!!

Syetan yang lain berkata: Saya juga telah berhasil menggoda manusia supaya ia menceraikan istri nya..!!

Syetan yang lain lagi berkata: Saya juga berhasil menggoda manusia supaya berbuat syirik..!!: Ada juga syetan yang berkata: "Saya berhasil menggoda manusia supaya ia melakukan pembunuhan",

(Shahih, HR Ibnu Hibban, Al-Hakim, Ibnu Abi Syaibah, Ar-Ruyani, di Shahihkan oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi, Al-Arna'ut, Al-Albani (As-Shahihah: 1280))

6. TANPA PAMRIH

Setan itu bekerjasama untuk mengganggu manusia 24 Jam silih berganti, tanpa mengharapkan pamrih / imbalan atas kekalahan atau kemenangannya dalam menggoda manusia. Sedangkan manusia,jika meminta pertolongan apapun harus dibayar.

Inilah kerjasama yang di lakukan para syetan. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang orang yang gemar berdzikir:

[ ورأيت رجلا من أمتي احتوشته الشياطين فَجَاءَهُ ذِكْرُ اللَّهِ عز و جل فَخَلَّصَهُ مِنْهُمْ

Artinya : "Aku benar-benar takjub terhadap sebagian umatku yang setiap harinya di kepung oleh para syetan, akan tetapi ia gemar berdzikir kepada Allah sehingga para syetan satu persatu dapat terusir/ tersingkirkan."

(Hasan lighairihi, HR Thabrani, di hasankan oleh Abu Musa Al-Madini , ibnu Thaimiyyah (Di sebutkan oleh ibnul Qoyyim dalam kitabnya "Al-Wabilus Shayyib" (hal. 113))

7. SUKA BERTEMAN

Setan adalah makhluk yang selalu ingin berteman, terutama dengan manusia. Agar banyak temannya di Neraka kelak. Sedangkan manusia, banyak juga yang lebih memilih mementingkan diri sendiri dan egoisme.

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Artinya:
"Sesungguhnya Syetan itu musuh kalian, maka jadikanlah mereka itu musuh, -karena- sesungguhnya syetan itu senantiasa mengajak pengikut-pengikutnya (teman-temannya dari manusia), supaya sama-sama menjadi penghuni Neraka Sa'ir." (QS. Fathir: 6)

=======

Tujuh kelebihan setan ini , harus menjadi motivasi bagi seluruh umat manusia untuk bersemangat dan teguh dalam menegakkan Agama islam yang haq, agar dapat lebih baik tentunya dibandingkan mereka para setan ini yang sangat semangat dalam mengajak kebatilan... Betul ?!
(Lilik ibadurrohman)

Tanda Dekatnya Hari Kiyamat Berlomba-Lomba Meninggikan Bangunan.


BERLOMBA-LOMBA MENINGGIKAN BANGUNAN

Ini adalah salah satu tanda Kiamat yang muncul dekat dengan masa kenabian. Setelah itu menyebar sehingga manusia berbangga-bangga membuat bangunan tinggi & menghiasi rumah. Hal itu disebabkan karena dunia dibentangkan kepada kaum muslimin & melimpahnya harta digenggaman mereka setelah banyaknya penaklukan. 


Demikianlah keadaannya dlm waktu yang lama hingga banyak dari mereka yang tunduk pada dunia, & penyakit umat sebelum mereka menjalari mereka, yaitu berlomba-lomba mengumpulkan harta & menggunakannya pada tempat yang tak layak menurut pandangan agama, 

hingga orang-orang badui & nan semisalnya dari kalangan orang-orang fakir dilapangkan utk memperoleh dunia seperti yang lainnya. Mereka mulai mendirikan bangunan bertingkat & berlomba-lomba di dalamnya.
Semua hal ini telah terjadi, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Dijelaskan dlm ash-Shahiihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Jibril Alaihissallam ketika ia bertanya tentang waktu terjadinya Kiamat:

وَلَكِنْ سَأُحَدِّثُكَ عَنْ أَشْـرَاطِهَا. . . (فَذَكَرَ مِنْهَا:) وَإِذَا تَطَاوَلَ رِعَاءُ الْبَهْمِ فِي الْبُنْيَانِ فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا.

“Akan tetapi aku akan menyebutkan kepadamu tanda-tandanya… (lalu beliau menyebutkan, di antaranya:) jika para pengembala kambing [maksudnya orang-orang miskin]  berlomba-lomba meninggikan bangunan, maka itulah di antara tanda-tandanya. ”(Shahih, Bukhari & Muslim)

Sementara dlm riwayat Muslim diungkapkan:

وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ.

“Dan engkau menyaksikan orang nan tak memakai sandal, telanjang lagi miskin nan mengembala domba, berlomba-lomba membuat bangunan nan tinggi. ” (Shahih, HR Muslim)

Dan dijelaskan dlm riwayat Imam Ahmad dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, beliau berkata:

يَا رَسُـولَ اللهِ، وَمَنْ أَصْحَابُ الشَّاءِ وَالْحُفَاةُ الْجِيَـاعُ الْعَالَةُ قَالَ: اَلْعَرَبُ.

“Wahai Rasulullah, & siapakah para pengembala, orang yang tak memakai sandal, dalam keadaan lapar & nan miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang Arab. ” (Hasan lighairihi, HR Ahmad (Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah. ” (III/ 332, no. 1345). ))

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ. . . حَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ
.
“Tidak akan datang hari Kiamat… hingga Manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan. ” (Shahih, HR Bukhari)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Makna berlomba-lomba meninggikan bangunan adalah setiap orang yang membangun rumah ingin jika rumahnya itu lebih tinggi lagi daripada yang lainnya. Mungkin pula maknanya adalah berbangga-bangga dgn memperhias & memperindahnya, atau makna yang lebih umum dari itu. Hal itu telah banyak ditemukan bahkan bertambah banyak. “(Fat-hul Baari (XIII/88))

Hal ini telah nampak dgn jelas di masa sekarang ini. Orang-orang banyak berlomba mendirikan bangunan, merasa bangga dgn ketinggian, luas, & keindahannya, bahkan masalah ini sampai pada pembangunan gedung pencakar langit yang terkenal di Amerika & negeri-negeri lainnya. 

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]

Selasa, 01 Oktober 2013

KIAT-KIAT MEMBALAS BUDI KEPADA ORANG LAIN SECARA MUDAH




Wahai teman-teman, berikut ini ada 'amalan yang sangat mulia' yaitu membalas kebaikan seseorang yang pernah membantu anda, baik orang tersebut membantu anda secara materi maupun jasa/tenaga secara ikhlas. 

Dan anda pun juga bisa membalasnya meskipun anda tidak punya harta yang anda pakai untuk membalas budi secara langsung,  Mau tau caranya ??

Berikut ini ada 5 cara/tips, jika ke lima tips ini diamalkan maka anda termasuk orang yang benar-benar mampu membalas budi terhadap kebaikan orang-orang yang membantu anda, dan pahala yang anda dapatkan juga sangat besar. bahkan anda termasuk orang yang paling banyak bersyukur kepada Allah.  

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallambersabda:


مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ
"Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidaklah bersyukur kepada Allah"
(HR. at Tirmidzi; dan ia menilainya hasan shahih; dishahihkan oleh syaikh al-albani).



Memang benar bahwasanya orang yang berinfak dengan hartanya / ingin membantu suka rela dengan tenaganya harus benar-benar ikhlas, tanpa pamrih/tanpa mengharapkan balasan dari orang yang menerima, bahkan tanpa mengharapkan rasa terima kasih sekalipun.

[hal ini hendaknya di perhatikan bagi orang-orang yang berinfak dan orang yang ingin menolong secara sukarela, agar bisa menjaga keikhlasannya dan bisa mendapatkan pahala dari Allah]. Sebagaimana dalam firman Allah QS. Al-Insan: 9 :

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

 Artinya: "Sesungguhnya kami memberi makanan kepada kalian hanya mengharapkan ridha dari Allah, kami tidak mengharapkan balasan dari kalian dan tidak pula ucapan terima kasih" (QS. Al-Insan: 9)


Namun meskipun demikian Allah memerintahkan bagi si penerima untuk membalas dan berterima kasih kepada orang yang memberi kebaikan kepadanya (meskipun tanpa ada tuntutan bagi orang yang memberi).
------------------------
Ada 5 tips (amalan sunnah) yang sangat di tekankan oleh Rasulullah, agar kita termasuk orang yang paling banyak bersyukur kepada Allah dan termasuk orang yang paling mampu untuk balas budi. inilah ke lima tips tersebut :

(1)..UCAPKANLAH UCAPAN TERIMA KASIH seperti yang di ajarkan oleh Rasulullah, (Yaitu ucapan: JAZAKUMULLOHU KHOIRON), karena ucapan ini terkandung do'a kebaikan.

-Lihatlah hadits berikut ini:

من صنع إليه معروف فقال لفاعله جزاك الله خيرا فقد أبلغ في الثناء

“Barangsiapa yang diberikan sesuatu kebaikan, maka hendaknya dia mengucapkan "jazakallohu khoiron" (Semoga Allah membalas kebaikanmu) kepada orang yang memberi kebaikan.Sungguh hal yang demikan telah Bersungguh-Sungguh Dalam Berterima Kasih.”

[Shahih HR At-Tirmidzi (2035) dan Ath-Thabrani dalam Mu'jam Ash-Shaghir (148/2); dishahihkan oleh syaikh al-albani].
 
-Rasulullah juga mempraktekkannya, pernah tatkala beliau di beri hadiah berupa daging kambing yang telah di panggang (sate) oleh sebagian dari sahabat Anshor (seperti Abdullah bin amru bin haram dan keluarganya)

Lalu beliau membalas dengan mengucapkan:

جزى الله الأنصار عنا خيرا و لا سيما عبد الله بن عمرو بن حرام و سعد بن عبادة
 
  "Jazahullahul Anshor anna khoiron".. La siyama Abdullah ibnu Amru ibnu haram, Wa Sa'ad ibnu Ubadah.

(Shahih HR Al-Hakim (7099), di shahihkan oleh Al-Hakim, dan di sepekati oleh imam Adz-Dzahabi)
-------------------
(2). DO'AKANLAH ORANG YANG MEMBERI -DENGAN DO'A DO'A YANG BERMANFA'AT- SECARA LANGSUNG (di hadapannya), ATAU SECARA TIDAK LANGSUNG (bi dzohril ghoib):

-Dalam kisah yang shahih, suatu saat Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam mengunjungi sebagian Sahabat dan menyantap hidangan makanan yang disajikan kepadanya di rumah mereka.

Ketika Beliau telah selesai dan hendak berpamitan, bergegas tuan rumah berkata: Ya Rasûlullâh, tolong doakanlah bagi kami kebaikan…”.

Maka Rasûlullâh berdo'a (secara langsung):
( اللهم بارك لهم في ما رزقتهم واغفر لهم وارحمهم )
 
“Ya Allâh… berkahilah bagi mereka semua rizki yang telah Engkau limpahkan kepada mereka, Ampunilah mereka, dan sayangilah mereka”.
[HR. Muslim no.5296].

-Dalam kisah lain, Abdullah bin Abbas pernah menyediakan air wudzu untuk Rasulullah, Maka Beliau Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam (membalas kebaikannya dengan) berdoa:

اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ.

  “Ya Allâh, berikanlah dia (Ibnu ‘Abbâs) pemahaman dalam agama". [HR. al-Bukhâri no.143]
-----------------------
(3). SENANTIASA MENGINGAT 'KEBAIKAN ORANG YANG MEMBERI'

Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ
 
 yang artinya: "…dan janganlah kalian melupakan keutamaan (siapapun) di antara kalian… (QS. al-Baqarah/ 2:237)

Mengenai penafsiran ayat di atas, adh-Dhahhâk rahimahullâh berkata: “Keutamaan yang dimaksud adalah budi baik”.

Sa`id bin Jubair rahimahullâh berkata: “Jangan kalian melupakan kebaikan”.

Demikian pula, Qatâdah, Abu Wâ’il, as-Suddi dan lainnya menjelaskan bahwa pengertiannya adalah “janganlah kalian meremehkan (melupakan) kebaikan di antara kalian…”

[Lihat Tafsir at-Thabari atsar no. 5379 dan 5380, Tafsir Ibnu Katsîr 1/648-649]

Maka janganlah seseorang di antara kita mudah melupakan budi baik orang lain. Sungguh, seseorang yang melupakan budi baik orang lain adalah seseorang yang tidak pandai berterima kasih.

Padahal berterima kasih kepada manusia atas kebaikan mereka adalah bagian dari makna bersyukur kepada Allâh Ta’ala.
-----------------------
(4). MEMBALAS KEBAIKANNYA DI SAAT LAPANG/ MEMILIKI KELUASAN REZEKI.

Seperti ada orang yang memberi hadiah, lalu suatu saat ketika punya rizki lebih ia membalasnya dengan hadiah pula. Hal ini merupakan balasan yang sangat di anjurkan apabila anda telah memiliki kemampuan dari sisi materi. Jika belum punya, anda cukup mendo'akannya.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ومن آتى إليكم معروفا فكافئوه فإن لم تجدوا فادعوا له حتى تعلموا أن قد كافأتموه

"Dan barangsiapa yang berbuat baik kepada kalian maka balaslah (kebaikannya) dengan kebaikan yang setimpal dan jika kalian tidak mendapat sesuatu untuk membalasnya kebaikannya maka berdo’alah untuknya sampai kalian merasa telah membalas kebaikannya.”
(Shahih, HR. Ahmad; Nasa'i (2567), dll, dishahihkan oleh al-albani).

Aisyah Radhiyallahu Anha berkata : 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَيُثِيبُ عَلَيْهَا
 
"Rasulullah selalu menerima hadiah dan beliau juga membalasnya" (Shahih, HR Bukhari (2585)).
----------------------------
(5). MENYEBUT/MEMUJI  KEBAIKAN-KEBAIKANNYA (JIKA DI BUTUHKAN)

Dan lebih baik memuji-mujinya tidak dihadapan orang yang memberi tersebut, untuk menyelamatkan orang tersebut dari RIYA', UJUB dan juga menyelamatkan diri kita dari sifat “cari muka.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

من أولي معروفا فليذكره فمن ذكره فقد شكره ومن كتمه فقد كفره
 
"Barangsiapa yang diberikan kepadanya kebaikan maka balaslah setimpal dan barangsiapa yang tidak mampu, maka 'sebutkanlah kebaikannya', barangsiapa yang menyebut-nyebut kebaikan, maka ia telah bersyukur (berterima kasih), 

dan barangsiapa yang menyembunyikannya (alias tidak menyebut-nyebutnya), maka ia bukan termasuk orang yang bersyukur". (Hasan, HR. Ahmad dan At-Thabrani; dihasankan oleh syeikh al-albani dalam Shahih at-Targhiib Wat Tarhib: (974)).
=============
CONTOH NYATA TENTANG PUJIAN RASULULLAH TERHADAP JASA KHADIJAH

Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa mengingat-ingat jasa dan perjuangan istrinya tercinta, Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu ‘anha.

Hal ini seperti yang disebutkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ مَا غِرْتُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ وَمَا رَأَيْتُهَا وَلَكِنْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ ذِكْرَهَا وَرُبَّمَا ذَبَحَ الشَّاةَ ثُمَّ يُقَطِّعُهَا أَعْضَاءً ثُمَّ يَبْعَثُهَا فِي صَدَائِقِ خَدِيجَةَ فَرُبَّمَا قُلْتُ لَهُ كَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ فِي الدُّنْيَا امْرَأَةٌ إِلَّا خَدِيجَةُ فَيَقُولُ إِنَّهَا كَانَتْ وَكَانَتْ وَكَانَ لِي مِنْهَا وَلَدٌ. (متفق عليه)
Artinya:


Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Aku belum pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam seperti cemburuku atas Khadijah radhiyallahu ‘anha, padahal aku belum pernah melihatnya. Akan tetapi, Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam sering menyebutnya.


Terkadang beliau menyembelih kambing lalu memotong bagian kambing itu dan beliau kirimkan kepada teman-teman Khadijah radhiyallahu ‘anhu.

Terkadang aku berkata kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, ‘Seolah tidak ada wanita di dunia ini selain Khadijah!’ Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam lalu bersabda, ‘Sesungguhnya Khadijah dahulu begini dan begitu (beliau menyebut kebaikannya dan memujinya). Saya juga mempunyai anak darinya’.”
(Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Semoga ini bermanfaat bagi kita, dan mudah-mudahan kita menjadi hamba-hamba Allah yang banyak bersyukur kepada-Nya.

(Lilik ibadurrahman)

DUA HEMBUSAN NERAKA JAHANNAM SAAT INI


Foto: ‎DUA HEMBUSAN NERAKA JAHANNAM SAAT INI


Matahari senantiasa bersinar terus sepanjang waktu untuk menerangi Alam Semesta / Jagat Raya, Namun kenapa di bumi ada pergantian siang dan malam?? 
 
Maka jawabannya: karena matahari beredar  yang menyebabkan bumi yang bulat ini mengalami pergantian siang dan malam. (insya Allah dalilnya anda sudah tahu)

Lalu pertanyaan lagi, mengapa  di bumi ada Musim dingin dan musim panas..?? Nah, inilah yang perlu kita bahas saat ini:

Ternyata jawabannya adalah: Musim Panas dan Musim Dingin Adalah Berasal Dua Hembusan Neraka Saat ini.

Secara Umum seluruh Negara-negara di dunia memiliki dua musim, meskipun secara khusus ada yang 4 musim, itupun tambahannya adalah Musim Semi dan Musim Gugur. 

Pada hakikatnya musim semi termasuk di waktu musim dingin, Adapun musim gugur pada hakikatnya masuk di dalam musim panas.  Dan dua musim inilah yang sesuai dalam hadits bawah ini, perhatikanlah:

Dalam hadits muttafaq alaih, diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ

"Neraka mengadu kepada Tuhannya; 'Wahai Robb.., sebagian api –di dalam diriku- saling memakan (membakar) sebagian yang lain (hal ini karena neraka masih kosong saat ini)…!' Maka dari itu Allah mengizinkan untuk menghembuskan dua kali hembusan nafas (agar bisa mengeluarkan dua hembusan/hawa dari dalam neraka),

satu kali hembusan nafas di musim dingin dan satu hembusan nafas lagi di musim panas. Maka dingin yang menggigil yang kalian dapatkan adalah hawa dingin neraka, dan panas menyengat yang kalian rasakan adalah bagian dari hawa panas neraka."  (Hadits Shahih, HR Bukhori: 512, Muslim: 617, Ibnu Majah: 4319, Ahmad: 7247).

Dari Atsar Abdullah ibnu Abbas:

وعن ابن عباس رضي الله عنهما ٍقال: يستغيثُ أهل النار من الحرِّ, فيغاثون بريحٍ باردةٍ,يصدع العظامَ بردُها,فيسألون الحرَّ. (رواه ابن ابي الدني في صفة النار وحسنه الشيخ علي بن نايف الشحوذ في الإيمان بيوم القيامة وأهله (1/164))

Artinya: "Abdullah bin Abbas Radhiyallallahu Anhuma berkata: "(Pada hari kiyamat nanti) Penduduk neraka senantiasa di bakar dengan siksa api neraka yang sangat panas, mereka terus menerus beristighotsah (memohon) kepada Allah untuk di ganti hawa yang dingin –karena tidak kuat siksaan yang dideritanya-,

Setelah itu akhirnya Allah datangkan dengan hawa yang sangat dingin di neraka, akhirnya tulang-tulang / anggota tubuhnaya pada patah/lepas (karena rasa dingin yang mereka derita), 

lalu mereka meminta lagi untuk di datangkan  hawa panas, hingga Allah datangkan lagi Api yang panas untuk membakar mereka, begitu sterusnya."  

(Hadits Hasan, HR ibnu Abid Dun-ya, di hasankan oleh Syeikh Ali bin Nayif Asy-Syuhudz dalam kitabnya Al-iman Biyaumil Qiyamati wa Ahlihi (1/164)).
--------------
Karenanya para ulama juga berpendapat bahwa siksa neraka, selain panas, adalah dingin yang sangat menggigil yang dalam Al-Quran disebut dengan istilah 'Zamharir' (QS. Al-Insan: 13). Sebab sebagaimana panas, dingin juga siksaan yang sangat menyakitkan. Allahumma ajirnaa minannaar. 

=======================================

Hawa paling panas yang ada di dunia ini tak lain adalah 'sedikit hembusan dari Neraka Jahannam'.   Sabda Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam,
“Tunggulah hingga agak dingin untuk shalat (Zhuhur), karena panas yang berlebihan (di pertengahan hari) adalah 'sebagian' dari hembusan neraka Jahannam.” [HR. Al-Bukhori]

PENGARUH HEMBUSAN  HAWA  PANAS NERAKA KE BUMI DAN PENGHUNINYA

1.      Menyebabkan manusia terkena penyakit Demam

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَابْرُدُوهَا بِالْمَاءِ

Sesungguhnya demam itu (berasal) dari hembusan panas neraka Jahannam, maka dinginkanlah ia dgn air. [Shahih, HR ibnu Majah: 3462, di shahihkan oleh Al-Albani]

Di dinginkan dengan air, seperti di kompres dengan air dingin (sebagaimana dalam riwayat Asma' binti Abu Bakar), atau dengan pengobatan 'minum air zamzam' (sebagaimana dalam riwayat ibnu Abbas).

2.      Menyebabkan Hawa Panas Semakin Menyengat di Siang Hari

Dalam kitab Shahihain dikemukakan hadis dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

''Apabila panas siang hari tengah menyengat, tangguhkanlah terlebih untuk melaksanakan shalat karena panas yang menyengat itu berasal dari hembusan neraka Jahannam.''
(H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Abu Nu'aim disebutkan, ''....dari hembusan neraka atau dari embusan pintu-pintu neraka (yang terbuka).''


ADAPUN BERKENAAN DENGAN MUSIM DINGIN 

1.      Berpuasa di musim dingin Termasuk Ghanimatul Baridah

ghaniimatun baaridah' artinya : mendapat harta rampasan perang 'yang dingin' / 'yang mudah didapat').
Maka dari itu berpuasa di musim dingin lebih ringan dari pada puasa di musim panas, terutama bisa kita rasakan ketika saat beraktivitas di luar rumah. 

Jadi keutamaannya adalah kita berpuasa saat dingin seolah-olah seperti orang yang mendapat Ghonimah di kala dingin -yang mudah di dapat-. 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
الصيام في الشتاء الغنيمة الباردة

 "Berpuasa di musim dingin adalah ghanimah baaridah" (Shahih, HR Tirmidzi: 797 di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani)

2.  Berwudzu di Musim dingin bisa menghapus dosa dan meninggikan derajat

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menganggap hal itu sebagai penghapus dosa dan penambah derajat.

«ألا أدلكم على ما يمحو الله به الخطايا، ويرفع به الدرجات». قالوا: بلى يا رسول الله. قال: «إسباغ الوضوء على المكاره... »

"Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat? Mereka berkata, 'Mau ya Rasulullah,' Beliau bersabda: mengerjakan wudhu dengan sempurna di waktu sulit (yaitu dingin).' (HR Muslim)

Maraji': Al-iman Biyaumil Qiyamati wa Ahlihi (1/164)). Karya Syeikh Ali bin Nayif Asy-Syuhudz, dan lain-lain 

(Lilik Ibadurrohman)‎

Matahari senantiasa bersinar terus sepanjang waktu untuk menerangi Alam Semesta / Jagat Raya, Namun kenapa di bumi ada pergantian siang dan malam??

Maka jawabannya: karena matahari beredar yang menyebabkan bumi yang bulat ini mengalami pergantian siang dan malam. (insya Allah dalilnya anda sudah tahu)

Lalu pertanyaan lagi, mengapa di bumi ada Musim dingin dan musim panas..?? Nah, inilah yang perlu kita bahas saat ini:

Ternyata jawabannya adalah: Musim Panas dan Musim Dingin Adalah Berasal Dua Hembusan Neraka Saat ini.

Secara Umum seluruh Negara-negara di dunia memiliki dua musim, meskipun secara khusus ada yang 4 musim, itupun tambahannya adalah Musim Semi dan Musim Gugur.

Pada hakikatnya musim semi termasuk di waktu musim dingin, Adapun musim gugur pada hakikatnya masuk di dalam musim panas. Dan dua musim inilah yang sesuai dalam hadits bawah ini, perhatikanlah:

Dalam hadits muttafaq alaih, diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ

"Neraka mengadu kepada Tuhannya; 'Wahai Robb.., sebagian api –di dalam diriku- saling memakan (membakar) sebagian yang lain (hal ini karena neraka masih kosong saat ini)…!' Maka dari itu Allah mengizinkan untuk menghembuskan dua kali hembusan nafas (agar bisa mengeluarkan dua hembusan/hawa dari dalam neraka),

satu kali hembusan nafas di musim dingin dan satu hembusan nafas lagi di musim panas. Maka dingin yang menggigil yang kalian dapatkan adalah hawa dingin neraka, dan panas menyengat yang kalian rasakan adalah bagian dari hawa panas neraka." (Hadits Shahih, HR Bukhori: 512, Muslim: 617, Ibnu Majah: 4319, Ahmad: 7247).

Dari Atsar Abdullah ibnu Abbas:

وعن ابن عباس رضي الله عنهما ٍقال: يستغيثُ أهل النار من الحرِّ, فيغاثون بريحٍ باردةٍ,يصدع العظامَ بردُها,فيسألون الحرَّ. (رواه ابن ابي الدني في صفة النار وحسنه الشيخ علي بن نايف الشحوذ في الإيمان بيوم القيامة وأهله (1/164))

Artinya: "Abdullah bin Abbas Radhiyallallahu Anhuma berkata: "(Pada hari kiyamat nanti) Penduduk neraka senantiasa di bakar dengan siksa api neraka yang sangat panas, mereka terus menerus beristighotsah (memohon) kepada Allah untuk di ganti hawa yang dingin –karena tidak kuat siksaan yang dideritanya-,

Setelah itu akhirnya Allah datangkan dengan hawa yang sangat dingin di neraka, akhirnya tulang-tulang / anggota tubuhnaya pada patah/lepas (karena rasa dingin yang mereka derita),

lalu mereka meminta lagi untuk di datangkan hawa panas, hingga Allah datangkan lagi Api yang panas untuk membakar mereka, begitu sterusnya."

(Hadits Hasan, HR ibnu Abid Dun-ya, di hasankan oleh Syeikh Ali bin Nayif Asy-Syuhudz dalam kitabnya Al-iman Biyaumil Qiyamati wa Ahlihi (1/164)).
--------------
Karenanya para ulama juga berpendapat bahwa siksa neraka, selain panas, adalah dingin yang sangat menggigil yang dalam Al-Quran disebut dengan istilah 'Zamharir' (QS. Al-Insan: 13). Sebab sebagaimana panas, dingin juga siksaan yang sangat menyakitkan. Allahumma ajirnaa minannaar.

=======================================

Hawa paling panas yang ada di dunia ini tak lain adalah 'sedikit hembusan dari Neraka Jahannam'. Sabda Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam,
“Tunggulah hingga agak dingin untuk shalat (Zhuhur), karena panas yang berlebihan (di pertengahan hari) adalah 'sebagian' dari hembusan neraka Jahannam.” [HR. Al-Bukhori]

PENGARUH HEMBUSAN HAWA PANAS NERAKA KE BUMI DAN PENGHUNINYA

1. Menyebabkan manusia terkena penyakit Demam

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَابْرُدُوهَا بِالْمَاءِ

Sesungguhnya demam itu (berasal) dari hembusan panas neraka Jahannam, maka dinginkanlah ia dgn air. [Shahih, HR ibnu Majah: 3462, di shahihkan oleh Al-Albani]

Di dinginkan dengan air, seperti di kompres dengan air dingin (sebagaimana dalam riwayat Asma' binti Abu Bakar), atau dengan pengobatan 'minum air zamzam' (sebagaimana dalam riwayat ibnu Abbas).

2. Menyebabkan Hawa Panas Semakin Menyengat di Siang Hari

Dalam kitab Shahihain dikemukakan hadis dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

''Apabila panas siang hari tengah menyengat, tangguhkanlah terlebih untuk melaksanakan shalat karena panas yang menyengat itu berasal dari hembusan neraka Jahannam.''
(H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Abu Nu'aim disebutkan, ''....dari hembusan neraka atau dari embusan pintu-pintu neraka (yang terbuka).''


ADAPUN BERKENAAN DENGAN MUSIM DINGIN

1. Berpuasa di musim dingin Termasuk Ghanimatul Baridah

ghaniimatun baaridah' artinya : mendapat harta rampasan perang 'yang dingin' / 'yang mudah didapat').
Maka dari itu berpuasa di musim dingin lebih ringan dari pada puasa di musim panas, terutama bisa kita rasakan ketika saat beraktivitas di luar rumah.

Jadi keutamaannya adalah kita berpuasa saat dingin seolah-olah seperti orang yang mendapat Ghonimah di kala dingin -yang mudah di dapat-.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
الصيام في الشتاء الغنيمة الباردة

"Berpuasa di musim dingin adalah ghanimah baaridah" (Shahih, HR Tirmidzi: 797 di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani)

2. Berwudzu di Musim dingin bisa menghapus dosa dan meninggikan derajat

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menganggap hal itu sebagai penghapus dosa dan penambah derajat.

«ألا أدلكم على ما يمحو الله به الخطايا، ويرفع به الدرجات». قالوا: بلى يا رسول الله. قال: «إسباغ الوضوء على المكاره... »

"Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat? Mereka berkata, 'Mau ya Rasulullah,' Beliau bersabda: mengerjakan wudhu dengan sempurna di waktu sulit (yaitu dingin).' (HR Muslim)

Maraji': Al-iman Biyaumil Qiyamati wa Ahlihi (1/164)). Karya Syeikh Ali bin Nayif Asy-Syuhudz, dan lain-lain

(Lilik Ibadurrohman)