Rabu, 21 Agustus 2013

ADA BEBERAPA TAHAPAN GODAAN SYETAN



TAHAPAN GODAAN SYAITAN

Syaithan adalah musuh sejati Bani Adam, maka hendaklah manusia berhati-hati serta waspada terhadap segala tipu daya yang mereka lancarkan untuk menyesatkan manusia.

Di antara jurus dan tipu daya yang mereka lancarkan ialah melalui celah perbuatan dosa dan maksiat dengan berbagai tingkatannya.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya Madaarijus Saalikin telah menjelaskan beberapa jurus dan tipu daya syaitan dalam menjerumuskan manusia. Berikut ini langkah-langkah syaitan dalam menyesatkan manusia:

1. KEKUFURAN DAN KESYIRIKAN

Yaitu ajakan syaitan kepada manusia agar kufur kepada Allah subhanahu wata’ala, keluar dari agama-Nya dan mengingkari sifat-sifat-Nya.

Di antara bentuk kekufuran yang terkadang masih samar bagi kebanyakan manusia adalah ajakan berbuat kesyirikan.

Syirik merupakan ajakan dan tipu daya syaitan yang terbesar untuk menyesatkan manusia, karena syaitan menyadari dosa syirik tidak akan di ampuni oleh Allah subhanahu wata’ala.

Apabila syaitan itu menang dan mampu menggelincirkan manusia dalam langkah ini, maka permusuhan antara dia dengan manusia akan berkurang.

Dia akan menjadikan bani Adam yang menyambut ajakan dan seruannya tersebut sebagai bala tentaranya (agen-agen syaitan), akan tetapi di hari Kiamat nanti syaitan akan berlepas diri dari tanggung jawabnya terhadap manusia.

Allah subhanahu wata’ala berfirman,yang artinya:

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (22)
Artinya:
“(Dan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan), syaitan berkata, “Sesung-guhnya Allah telah menjanjikan kepada-mu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya.

Sekali-kali tiada kekuasaan bagiku terhadapmu, melain-kan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku.

Oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.

Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu menjadikan aku sekutu (bagi Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya hamba-hamba yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” (QS. Ibrahim: 22)

Akan tetapi, jika manusia selamat dan tidak tertipu dengan tipu dayanya ini karena mendapatkan ilmu dan hidayah dari Allah subhanahu wata’ala, maka syaitan akan berusaha menempuh langkah berikutnya:

2. BERBUAT BID'AH

Apabila syetan gagal menyesatkan manusia dengan cara yang pertama, yakni kemusyrikan maka dia akan berusaha menyesatkan manusia dengan cara yang lain, yaitu melalui celah kebid'ahan.

Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim mengetahui perbedaan antara sunnah dengan bid'ah. Bujukan dan ajakan syaitan dalam langkah yang ke dua ini,

bisa dengan cara meyakini sesuatu yang berlawanan dengan kebenaran yang dengan hal itu Allah subhanahu wata’ala telah mengutus para rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya,

yaitu dengan cara membujuk manusia tersebut agar beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan cara-cara yang tidak diizinkan oleh-Nya.

Dalam hal ini Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Bid'ah lebih disenangi oleh Iblis daripada perbuatan maksiat, karena pelaku maksiat biasanya bertaubat, sedangkan pelaku bid'ah tidak bertaubat.”

Apabila manusia itu selamat dari bujukan dan tipu daya yang ke dua ini dan dia mampu melawannya dengan cahaya Sunnah,

berpegang teguh dengannya, mengikuti dan berjalan di atas manhaj salaf yaitu generasi terbaik dari ummat ini dari kalangan para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, maka syaitan akan menempuh langkah yang ke tiga.

3. DOSA BESAR

Apabila syaitan merasa gagal menjerumuskan manusia lewat jalan kebid'ahan dalam agama, maka dia akan menempuh cara yang lain yaitu mengajak manusia untuk berbuat dosa besar.

Syaitan sangat bernafsu untuk menjatuhkan seorang insan ke dalam dosa besar. Jika dia seorang alim yang menjadi panutan ummat, maka nantinya dosa yang dia perbuat tersebar di kalangan ummat, sehingga ummat akan lari dan tidak lagi mau mengambil ilmu darinya.

Sahabat yang mulia Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, berkata, “Dosa besar adalah setiap dosa yang Allah tutup akhirnya dengan ancaman neraka, murka, laknat dan adzab-Nya.” (Tafsir Ath-Thabari 5/41).

Maka sudah semestinya setiap muslim untuk menjauhi dosa-dosa besar, agar selamat dari laknat Allah dan ancaman adzab-Nya.

Perhatikanlah firman Allah subhanahu wata’ala berikut ini,

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا (31)

Artinya, “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang untuk mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisa`: 31)

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah menuturkan, “Berdasarkan nash ini, Allah menjamin akan memberikan jaminan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar untuk memasukkannya ke dalam surga.” (Al-Kabaair, hal 13)

Orang mukmin yang melakukan dosa besar adalah orang mukmin yang keimanannya sedang menurun.

Apabila dia meninggal dunia dalam keadaan tidak bertaubat dari dosanya, maka perkaranya dikembalikan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Jika Allah berkehendak mengadzabnya, maka Dia akan mengadzabnya sesuai dengan dosa yang dia perbuat, kemudian dimasukkan ke dalam surga. Jika Allah subhanahu wata’ala berkehendak mengampuni, maka Dia akan mengampuni dan tidak menyiksanya.

Inilah langkah ke tiga yang ditempuh oleh syaitan, apabila dengan cara ini dia tidak mampu menjerumuskan manusia, maka syaitan itu akan mengambil langkah yang ke empat, yaitu melakukan dosa-dosa kecil.

4. DOSA KECIL

Apabila syaitan telah putus asa untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar, maka dia akan membujuknya untuk melakukan dosa-dosa kecil yang apabila terkumpul pada diri manusia, maka dapat membinasa-kannya.
Banyak sekali hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang memberikan peringatan akan bahaya dosa-dosa kecil. Diriwayatkan dari

Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya:

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إياكم ومحقرات الذنوب فإنهن يجتمعن على الرجل حتى يهلكنه

"Janganlah kalian meremehkan dosa-dosa kecil karena hal itu dapat terkumpul pada diri seseorang hingga membinasakannya." (Shahih HR Ahmad, Tabrani, dll,) =>(lihat : Shahih Targhib Wa Tarhib: (2470)).

Imam Ibnu Baththal Rahimahullah berkata, “Dosa-dosa kecil apabila banyak dan dilakukan terus menerus bisa menjadi besar.”

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Setan akan senantiasa membujuk manusia untuk melakukan dosa kecil hingga dia menganggap enteng dosa tersebut, maka orang berbuat dosa besar dengan rasa takut masih lebih baik ketimbang orang yang meremehkan dosa walaupun kecil.”

Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu berkata :
إن المؤمن يرى ذنوبه كأنه قاعد تحت جبل يخاف أن يقع عليه وإن الفاجر يرى ذنوبه كذباب مر على أنفه فقال به هكذا
Artinya:
“Seorang mukmin hendaklah menyikapi dosanya bagaikan orang yang sedang duduk di bawah gunung besar yang nyaris menimpanya, sedangkan orang yang fajir melihat dosanya bagaikan lalat yang hinggap di hidungnya sekali kibas ia akan terbang.” (Riwayat al-Bukhari (5949))

Bilal Bin Sa'id rahimahullah berkata, “Janganlah engkau melihat kecilnya dosa, tapi perhatikanlah kepada siapa engkau berbuat maksiat.”
Wallahu A'lam bis Showab

Maraji': Madaarijus Saalikin karya Ibnul Qayyim rahimahullah
(Lilik Ibadurrahman)

Kamis, 15 Agustus 2013

Jin Qorin Si Pendamping Manusia



Wahai sahabat-sahabatku, taukah anda tentang jin Qorin ????
Mari kita kaji bersama.

SIAPA JIN QORIN ITU ???

Qorin adalah jin yang ditugasi untuk mendampingi setiap manusia dengan tugas menggoda dan menyesatkannya. Karena itu, qorin termasuk setan dari kalangan jin.

Syaikh Muhammad Ibnu Shalih al-Utsaimin ditanya, “Apa itu qorin?” Beliau menjawab: “Qorin adalah setan yang ditugasi untuk menyesatkan manusia dengan izin Allah.

Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana yang Allah firmankan:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (268) –سورة البقرة-

,yang artinya
“Setan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268)

Akan tetapi, jika Allah memberikan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih menginginkan akhirat

dan tidak mementingkan dunia maka Allah akan menolongnya agar tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya". (Majmu’ Fatawa, 17:427)

APA YANG DI LAKUKAN JIN QORIN TERHADAP MANUSIA???

Jin qarin pekerjaanya selalu mendorong manusia untuk mengajak kejahatan, ia senantiasa membisikkan was-was untuk melalaikan solat, mengajak perbuatan maksiat,

Jin qorin juga menyuruh manuntuk malas dalam membaca al-Quran, menyuruh mengerjakan syahwat, dan sebagainya.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ (36) –الزخرف-

Yang artinya:
“Dan barangsiapa yang tidak mengindahkan pengajaran (Al-Quran yang diturunkan oleh Allah) Yang maha Pemurah, Kami akan adakan baginya Syaitan (yang menghasut dan menyesatkannya), lalu menjadilah Syaitan itu (Qarin) temannya yang tidak terpisah daripadanya.” (Az-Zukhruf 43:36)

Dalam tafsir Ibn Katsir dinyatakan bahwasanya Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, Mujahid, Qatadah dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Yang menyertai manusia adalah setan yang ditugasi untuk menyertai manusia.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7:403)

Untuk mengimbangi usaha qarin ini Allah utuskan malaikat. Ia akan membisikkan hal-hal kebenaran dan mengajak kepada kebaikan.

Maka terdoronglah kepada setiap manusia membuat pilihan mengikut pengaruh mana yang lebih kuat, pengaruh kejahatan atau pengaruh kebaikan.

Walau bagaimanapun tidak semua orang islam mampu mengalahkan pengaruh bisikan jin qarin yang jahat.

Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ ». قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « وَإِيَّاىَ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِى عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلاَ يَأْمُرُنِى إِلاَّ بِخَيْرٍ ». (اخرجه مسلم)
Artinya:
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin,
Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karen itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.”
(HR. Muslim (2814)).




Dalam riwayat imam Ahmad di sebutkan dengan redaksi :

عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ، وَقَرِينُهُ مِنَ الْمَلَائِكَةِ "... (اخرجه أحمد وصححه الألباني)

Dari Abdullah Mas'ud Radhiyallahu Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya: "Setiap kalian (manusia) ada Qarin (pendamping) dari bangsa jin, dan juga Qarin dari bangsa Malaikat" (Shahih HR Ahmad, dishahihkan al-albani (Shahihul jami': 10739)).

Imam An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin. (Syarh Shahih Muslim, 17:158)

Namun ada orang-orang Islam mampu menguasai dan menjadikan 'pengaruh qarinnya lemah tidak berdaya'.

Caranya dengan membaca "Bismillah" sebelum melakukan sebarang pekerjaan, membaca tawwudz, memperbanyak berzikir, membaca al-Quran, taat melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

DUA BISIKAN YANG MENYERTAI MANUSIA

عن عبد الله بن مسعود قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم إن للشيطان لمة بابن آدم وللملك لمة فأما لمة الشيطان فإيعاد بالشر وتكذيب بالحق وأما لمة الملك فإيعاد بالخير وتصديق بالحق (اخرجه الترمذي)

Dari Abdullah Ibnu Mas'ud Radhiyallahu Anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: "Sesungguhnya syetan membisk-bisikkan kepada anak Adam, begitu pula malaikat.
Adapun bisikan syetan adalah mangajak keburukan dan mendustakan kebenaran.. Adapun bisikan malaikat adalah mengajak kebaikan dan membenarkan yang haq".


(Shahih lighairihi HR Tirmidzi, di shahihkan al-albani di kitab "Shahih mawaridudz Dzom'an (38)) dan di kitab "Hidayatur Ruwah" (70)).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid menjelaskan, “Berdasarkan perenungan terhadap berbagai dalil dari Alquran dan sunah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin qorin selain menyesatkan,

ia juga mengganggu, dan membisikkan was-was. Godaan jin qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman pada disi seseorang.” (Fatawa Islam, al as'ilah wa ajwibah, no. 149459)

APAKAH QORIN MENYERTAI MANUSIA- SETELAH MANUSIA MENINGGAL?

Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan, “Apakah qorin ini akan terus menyertai manusia, sampai menemaninya di kuburan? jawabnya, Tidak. Zahir hadis –Allahu a’lam– menunjukkan bahwa dengan berakhirnya usia manusia,

maka jin ini akan meninggalkannya. Karena tugas yang dia emban telah berakhir. Ketika manusia mati maka akan terputus semua amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim (1631)). (Majmu’ Fatawa, 17:427)

CARA MELINDUNGI DIRI DARI JIN QORIN

Banyaklah berdzikir dan memohon perlindungan kepada Allah. Jika kita sungguh-sungguh melakukan hal ini, insya Allah, akan datang perlindungan dari Sang Kuasa. Allah berfirman:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (200) –سورة الأعراف-

yang artinya, “Apabila setan menggodamu maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-A’raf: 200)

Dalam Tafsir As-Sa’di dinyatakan, “Kapanpun, dan dalam keadaan apapun, ketika setan menggoda Anda, dimana Anda merasakan adanya bisikan, menghalangi Anda untuk melakukan kebaikan, mendorong Anda untuk berdosa,

atau membangkitkan semangat Anda untuk maksiat maka berlindunglah kepada Allah, sandarkan diri Anda kepada Allah, mintalah perlindungan kepada-Nya.

Sesungguhnya Dia Maha Mendengar terhadap apa yang anda ucapkan dan Maha Mengetahui niat Anda, kekuatan dan kelemahan Anda.

Dia mengetahui kesungguhan Anda dalam bersandar kepada-Nya, sehingga Dia akan melindungi Anda dari godaan dan was-was setan.(Taisir Karimir Rahman, Hal.313)
------
Maraji': Majmu' Fatawa karya Syeikh Ibnu Sholeh al-Utsaimin dan Taisir Karimir Rahman Karya Syeikh as-Sa'di.
(Lilik Ibadurrahman)

Muculnya Barang-barang Tambang di Bumi Kaum Muslimin adalah pertanda dekatnya hari kiyamat,

BARANG TAMBANG MUNCUL ZAMAN INI

 
 
Foto Pertambangan
    
Wahai teman-teman, Semoga Allah memberkahi hidup anda semua.

Sudah taukah anda, Muculnya Barang-barang Tambang di Bumi Kaum Muslimin adalah pertanda dekatnya hari kiyamat.??? !!

Ini sebuah kabar Shahih dari Nabi kita Shallallahu Alaihi Wasallam. Barangkali ada diantara kita yang belum mengetahuinya.

Dan memang terbuktilah kenyataannya pada saat ini, begitu banyak munculnya/terungkapnya pertambangan yang baru, bahkan belum terungkap di masa lampau seperti minyak bumi, gas alam, batubara,

bahkan pertambangan termasuk pertambangan yang masih berlanjut hingga saat ini seperti emas, perak, besi, nikel, berlian, metana, dll.

قال أبو هريرة رضي الله عنه: إذا ظهرت معادن في آخر الزمان يأتيك شرار الناس
(رواه نعيم بن حماد في الفتن)

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu pernah berkata: "Apabila berbagai bahan-bahan tambang (milik kaum muslimin) telah nampak di akhir zaman, maka yang akan mendatangi engkau (wahai kaum muslimin) adalah seburuk-buruknya makhluk".
(Di sebutkan oleh imam Nu'aim bin Hammad dalam Kitab Al-Fitan)

"Seburuk buruknya makhluk" di sini adalah 'orang-orang yang kafir'. Dan kenyataannya saat ini yang mampu menggali dan menguasai sektor pertambangan adalah orang-orang kafir dari kalangan Eropa dan Amerika Serikat, dan kawan-kawannya karena mereka yang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi.

Syeikh Al-Albani Rahimahullah dalam kitab Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah (4/384) menyebutkan: "Tidak diragukan lagi bahwasanya 'seburuk-buruknya makhluk' -yang mampu menggali/menguasai bahan pertambangan- adalah orang-orang kafir,

dan merekalah yang mengganggu kaum muslimin di zaman sekarang, baik dari kalangan Eropa dan Amerika, mereka mendatangi negeri-negeri Arab untuk menggali barang-barang tambang dan mengambil hasil kekayaannya". (As-Shahihah: 4/384)

Lihat-lah hadits-hadits berikut ini, Rasulullah pun menyebutkan 'yang
mampu menggali/menguasai pertambangan adalah "Seburuk-buruknya Manusia/Makhluk"

----- Hadits Pertama:

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

" ستكون معادن يحضرها شرار الناس "

Artinya: "Akan muncul (suatu masa) barang-barang tambang, yang akan mampu menghampirinya (menguasainya) adalah "seburuk-buruknya manusia"
(Hasan lighairihi HR Ahmad (23645) di hasankan oleh Syeikh Syu'aib Al-Arna'ut dalam Tahqiq Musnad Ahmad dan di hasankan oleh Syeikh Al-Albani (As-Shahihah: 1885)).

----- Hadits Kedua:

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"إنها ستكون معادن وسيكون فيها شر الخلق".

Artinya: "Akan muncul barang-barang tambang, yang mampu menghampirinya (menguasainya) adalah "seburuk-buruknya makhluk" (Shahih HR Thabrani dalam Mu'jam Al-Kabir (35), di shahihkan oleh imam Al-Haitsami dalam Majma' Zawa'id (3/109)).

------ Hadits Ketiga:

Lihat lagi dalam hadits berikut ini, (Tentang pertambangan khusus di Far'un atau Far'an, yang sekarang adalah di sekitar sungai Eufrat, Negara irak (sebagaimana yang di sebutkan oleh syeikh Abu Sufyan dalam kitabnya Al-Bidayah li zamani fitanin Nihayah (1/34)), ini saja baru minyak bumi, belum lagi nanti ketika saat Tersingkapnya Gunung Emas di Sungai Eufrat.

Lihat hadits berikut, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

" يظهر معدن في أرض بني سليم يقال له : فرعون أو فرعان -
(و ذلك بلسان أبي الجهم - قريب من السواء) يخرج إليه شرار الناس ، أو يحشر إليه شرار الناس"

Artinya: Akan Nampak/muncul barang-barang tambang di bumi Bani sulaim, di katakan; tepatnya di daerah Far'un atau Far'an, Yang akan keluar menuju kesana adalah 'seburuk-buruknya manusia', atau yang akan menguasainya adalah 'seburuk-buruknya manusia"

(Shahih HR Abu Ya'la dalam Musnadnya (4/1520)), di shahihkan oleh imam Al-Haitsami dan Al-Albani (As-Shahihah :1885).

Nah, setelah kita melihat hadits-hadits diatas, kita bisa tau betapa jahatnya orang – orang kafir yang menguasai pertambangan, dengan memamerkan berbagai teknologi di saat ini,

bahkan katanya mereka dikenal sebagai negara Adi Daya, Polisi dunia, penguasa dunia, padahal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebut mereka adalah 'Seburuk-buruknya makhluk'. Na'udzubillah,

Semoga Allah melindungi kita dari fitnah dunia baik yang nampak maupun yang tersembunyi.

Maroji':
(1) "Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah": 4/384, no. urutan hadits: 1885) karya Syeikh Al-Albani, (2) "Al-Bidayah li zamani fitanin Nihayah" Karya Syeikh Abu Sufyan (1/34)), (3) "Al-Fitan" (2/621) karya imam Nu'aim bin Hammad.

(Lilik ibadurrahman)

Jumat, 09 Agustus 2013

Ada sebuah kisah yang sangat unik, tentang cara Abu Hurairah menyampaikan "warisan Nabi":

 
  

inilah kisahnya:


"Bahwasanya suatu ketika Abu Hurairah melewati pasar di kota Madinah, lalu beliau berhenti di sana. Beliau berkata, “Wahai orang-orang yang di pasar, alangkah ruginya kalian !!!!”. Mereka menjawab: “Ada apa wahai Abu Hurairah ??!”. 

Dia (Abu Hurairah) berkata: “Di sana ada warisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang dibagikan, kenapa kalian masih di sini??? Kenapa kalian tidak pergi ke sana mengambil bagian kalian???”.

Mereka menjawab: “Di mana itu??!” Dia berkata: “Di Masjid.” Lalu orang-orang tadi langsung bergegas menuju ke masjid, sedangkan Abu Hurairah masih tetap menunggu di pasar hingga orang-orang tadi kembali. 

Ketika mereka kembali lagi ke pasar-Abu Hurairah bertanya kepada mereka: “Kenapa kalian kembali ke pasar?” Mereka manjawab: “Wahai Abu Hurairah!!! Sungguh kami telah pergi ke masjid dan kami tidak melihat apapun dibagikan di sana!!!” 

kemudian Abu Hurairah bertanya kepada mereka: “Bukankah kalian melihat ada orang di sana?” Mereka menjawab: “Tentu saja, kami melihat ada sekelompok orang yang sedang sholat, sekelompok yang lain sedang membaca Al Qur’an, dan sekelompok yang lain lagi sedang menyebutkan tentang perkara halal dan haram!”

Maka Abu Hurairah berkata kepada mereka: “Sesungguhnya itulah warisan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”.

(HR Ath-Thabraani dalam Al Ausath (1429) dan al-Kabir (402) dengan sanad hasan, di hasankan oleh imam al mundziri, al Haitsami dan Al-Albani).


====================


Kisah di atas sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya Para Nabi tidak mewariskan harta dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Shahih, HR. Abu Dawud (3641) dan At-Tirmidzi (2682), di shahihkan oleh al-albani).   (Lilik Ibadurrohman)